Hamil Tanpa Gejala Menurut Medis, Bahayakah?

July 2, 2021

Bagaimana hamil tanpa gejala menurut medis, bahayakah? Sebab umumnya ibu hamil terutama pada trimester pertama kerap merasakan mual, muntah, serta tak nafsu makan, dan berbagai keluhan lainnya.


Namun, ada saja ibu hamil yang tidak merasakan gejala-gejala tersebut. Adapun yang dimaksud hamil tanpa gejala adalah dimana ibu hamil tidak merasakan perubahan fisik serta sama sekali tidak merasakan mual dan muntah.

Bagaimana Hamil Tanpa Gejala Bisa Terjadi?


Berdasarkan ilmu medis, hamil tanpa gejala bisa saja terjadi pada seorang wanita yang tidak melakukan hubungan seks secara rutin, siklus menstruasinya tidak teratur, serta pada mereka yang tidak secara teratur mengunjungi dokter.


Keadaan-keadaan tersebut memungkinkan ibu hamil tidak menyadari bahwa ia sedang hamil, sebab tidak merasakan gejala-gejala yang umum terjadi saat masa kehamilan trimester pertama.


Dikutip dari WebMD, ada penelitian yang menunjukkan bahwa satu dari 400 - 500 ibu hamil tidak menyadari kehamilannya, dan baru tersadar saat memasuki usia kandungan 20 minggu.


Bahkan, sebagian wanita ada yang tidak menyadarinya sama sekali sampai memasuki masa persalinan. Selain diakibatkan beberapa hal yang telah disebutkan di atas, hamil tanpa gejala juga bisa terjadi karena memiliki tipe tubuh yang tidak mudah membuncit sehingga dapat menyembunyikan kehamilan selama berbulan-bulan.

Contoh Hamil Tanpa Gejala

Lalu, seperti apakah contoh hamil tanpa gejala? Berikut penjelasannya:

1. Tidak Merasakan Gejala

Ibu hamil yang mengalami hamil tanpa gejala, jelas tidak merasakan gejala-gejala yang umum terjadi pada ibu hamil trimester pertama, seperti morning sickness atau mual di pagi hari, mulas, mudah lelah, bahkan penambahan berat badan.


Atau bisa saja gejala-gejala tersebut sangat samar sehingga hampir tidak terasa sama sekali. Hal ini tergantung pada tipe tubuh si wanita.


Berdasarkan Journal of Auton Neuroscience, sekitar 70 sampai 80 persen ibu hamil mengalami mual atau muntah. Sehingga, dapat dikatakan bahwa ada 20 - 30 persen ibu hamil yang sama sekali tidak merasakan gejala tersebut.

2. Masalah Siklus Menstruasi

Umumnya tanda kehamilan pada trimester pertama selain rasa mual dan muntah, adalah dengan terlambatnya datang bulan. 


Namun, pada wanita tertentu ada yang siklus menstruasinya terganggu diakibatkan stres, pengaruh obat-obatan medis, hingga tanda penyakit kewanitaan seperti PCOS.


Sehingga, saat menstruasi tidak datang, yang mereka pikirkan pertama kali bukanlah kehamilan, tetapi hanyalah masalah siklus menstruasi yang kerap mereka alami.

3. Perubahan Berat Badan

Bagi sebagian wanita yang memiliki kelebihan berat badan, atau ukuran tubuhnya sering naik turun bisa saja mereka tidak menyadari keberadaan bayi dalam rahimnya.


Sehingga bagi wanita kegemukan, bisa tidak memiliki perasaan fisik hamil. Hingga akhirnya usia kandungan terus bertambah, dan hari persalinan semakin dekat.

4. Alami Gejala Lain

Salah satu tanda-tanda kehamilan pada trimester pertama adalah rasa mudah lelah. Kemungkinan hamil tanpa gejala bisa disebabkan ibu hamil tidak memperhatikan gejala tersebut.


Rasa lelah sebagai tanda kehamilan, dianggapnya hanya karena pekerjaan fisik yang belakangan kerap dilakukan. Sehingga, bukannya memeriksakannya ke dokter, melainkan hanya istirahat sebagaimana kelelahan fisik biasa.

5. Ketakutan Berujung Penolakan

Bagi beberapa wanita, hamil dan menjadi seorang ibu dianggap momen yang menegangkan. Sehingga, ada rasa penolakan dalam diri mereka yang begitu mendalam.


Kondisi ini mengakibatkan mereka tidak menyadari jika mereka sedang hamil. Sebab, penolakan yang ada memiliki pertahanan yang sangat kuat, sehingga berbagai tanda kehamilan dianggapnya hal biasa, dan mereka cenderung mengabaikannya.

6. Tes Kehamilan Palsu

Sebelum memeriksakan kehamilan ke dokter, biasanya wanita akan melakukan tes kehamilan secara mandiri di rumah.


Namun, ada saja perasaan ragu apakah hasil yang didapat akan akurat? Alat tes kehamilan yang banyak beredar, mendeteksi adanya human Chorionic Gonadotropin (hCG) pada air seni yang menandakan keberadaan hormon pada awal kehamilan.


Kebanyakan dari alat tes kehamilan tersebut memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, namun tidak menutup kemungkinan Anda mendapatkan hasil yang tidak akurat.


Hasil tidak akurat tersebut bisa dikarenakan kehamilan kimiawi, keguguran, kehamilan ektopik, maupun pengobatan hingga cara penggunaan yang salah.


Alat tes kehamilan yang kadaluarsa juga memungkinkan Anda mendapatkan hasil yang tidak akurat. Oleh karena itu penting untuk memilih alat tes kehamilan yang sudah teruji klinis dan terjamin keakuratannya.


Sebaiknya baca petunjuk pada kemasan, dan lakukan sesuai aturan sehingga mendapatkan hasil yang akurat. Untuk hasil yang lebih meyakinkan, Anda bisa memeriksakannya ke dokter. 


Hamil tanpa gejala bisa menjadi bahaya sebab wanita tidak menyadari kehamilannya, dan tetap melakukan kegiatan fisik yang justru akan mengganggu kesehatan janin.


Jika ibu hamil akan fokus pada pemilihan makanan gizi seimbang, bagi mereka yang mengalami hamil tanpa gejala tentu tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

More Tip

Child Grooming: Ancaman Nyata Yang Masih Bisa Dicegah


Belajar dari kasus Aurelie Moeremans, waspadai bahaya Child Grooming. Kenali modus, dampak psikologis, dan langkah cerdas melindungi buah hati bersama SureTez.

Read more

Kenali Beberapa Faktor yang Bikin Bayi Sungsang Saat Kehamilan


Ketahui apa saja faktor yang menyebabkan bayi sungsang saat kehamilan, mulai dari bentuk rahim, air ketuban, hingga kehamilan kembar. Waspadai sejak dini!

Read more

Bahaya Asap Rokok Saat Hamil: Ancaman Nyata bagi Ibu dan Kesehatan Janin


Bahaya asap rokok bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan

Read more