Mandi saat hamil mungkin jadi tak sesederhana seperti biasanya. Sebab ada perubahan signifikan pada tubuh Anda. Sehingga posisi-posisi tertentu saat mandi sulit untuk dilakukan dengan mudah.
Selain itu Anda juga harus lebih memperhatikan produk mandi yang digunakan. Sebab, tak semua baik untuk janin dalam kandungan.
Berikut adalah aturan mandi ibu hamil yang perlu Anda simak sehingga kesehatan Anda dan janin dapat terjaga, dan tubuh tetap dalam kondisi bersih.
Sewaktu waktu
1. Memilih Produk yang Tepat
Saat hamil kulit cenderung lebih kering dan sensitif. Sehingga Anda dapat memilih sabun mandi yang natural, dengan fungsi melembabkan dan pastikan pada produk bertuliskan hipoalergenic, sehingga aman untuk Anda.
2. Menggunakan suhu air rendah
Mandi menggunakan suhu air rendah jauh lebih baik daripada mandi air hangat. Meskipun sebenarnya boleh-boleh saja Anda lakukan.
Namun, pastikan tidak terlalu panas dan tidak dalam waktu yang lama. Hindari berendam air hangat terlalu lama.
Sebab, suhu tubuh Anda akan meningkat, dan menyebabkan masalah pada janin, seperti risiko cacat janin dan keguguran.
3. Berhati-hati saat di Kamar Mandi
Berhati-hatilah saat berada di kamar mandi, sebab kemungkinan lantai kamar mandi yang licin, dapat menyebabkan Anda terjatuh.
Apalagi saat Anda di usia kehamilan trimester pertama, karena keguguran sering terjadi pada usia kehamilan ini.
4. Jangan Mandi Terlalu Pagi atau Malam
Mandi terlalu pagi atau terlalu malam bagi ibu hamil dapat membuatnya menggigil dan menimbulkan penyakit tertentu.
Waktu tepat mandi di pagi hari bagi ibu hamil yakni di atas jam 5 pagi, dan mandi pada sore hari.
Mandi terlalu malam, apalagi dengan suhu air dingin akan membahayakan kondisi ibu dan janin.
Jika Anda terpaksa mandi di malam hari, pastikan suhu air tidak lebih dari 40 derajat celcius. Atau gunakan saja air dingin sehingga badan jadi terasa lebih segar.
Demikian penjelasan mengenai aturan mandi bagi ibu hamil yang harus Anda perhatikan. Sehingga tidak membahayakan untuk perkembangan janin. Untuk lebih yakin Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.


